Beranda BIDUAN Ngobam Didi Kempot Luber Penonton, Popularitas Sang Maestro Campursari Saingi Presiden

Ngobam Didi Kempot Luber Penonton, Popularitas Sang Maestro Campursari Saingi Presiden

44 Views
Ngobam Didi Kempot
Ngobam Didi Kempot dengan Gofar Hilman di Solo [credit-YouTube Gofar Hilman]

Nama Didi Kempot belakangan ini sering menjadi trending topik di medsos. Fenomena ini menarik, karena anak-anak milenial menyukai musik campursari yang biasanya identik dengan musik buat kalangan orang tua.

Julukan ‘Godfather of Broken Heart’ alias ‘Bapak Patah Hati Nasional’, karena anak muda zaman now menilai berbagai lagu yang diciptakan dan juga dinyanyikan oleh Didi Kempot hampir semuanya menceritakan tentang kesedihan dan kisah patah hati.

Lord Didi Kempot ‘Godfather of Broken Heart’, begitulah julukan sang maestro campursari yang diberikan oleh anak-anak muda yang menyebut diri sebagai “Sobat Ambyar”, “Sadboy”, “Sadgirl”.

Fenomena tersebut membuat penyiar kondang Gofar Hilman jadi takjub. Gofar akhirnya menyadari, Didi Kempot adalah kultur dan aset budaya di Pulau Jawa.

SIMAK JUGA
Lord Didi Kempot Maestro Campur Sari ‘Godfather of Broken Heart’

Ini yang membuat Gofar Hilman tertarik untuk mengajak Didi Kempot ngobrol banyak dalam program #NGOBAM (Ngobrol Bareng Musisi) offline di Solo.

Awalnya, Gofar Hilman memperkirakan acara Ngobam Didi Kempot bakal dihadiri oleh ratusan orang saja. Tanpa diduga yang datang meluber hingga 1.500 orang.

Lagu hits Pamer Bojo dinyanyikan sang maestro campursari dengan tambahan yel-yel es cendol dawet sebagai pembuka Ngobam Didi Kempot.

“Lagu genre apapun kalau dibuat dengan serius bisa menghibur orang banyak.”, ucap Didi Kempot sebelum bernyanyi.

Gofar Hilman menanyakan kenapa nama mas Didi memakai nama ‘Kempot’. Ternyata Kempot adalah singkatan dari ‘Kelompok Penyanyi Trotoar’.

Sebelum mengenal rekaman, Didi Kempot dan kawan-kawannya terlebih dulu mengamen di kawan Keprabon. Didi Kempot lalu coba-coba mengadu nasib ke Jakarta, ngumpulnya di trotoar bundaran Slipi. Sehingga terbentuklah ‘Kelompok Penyanyi Trotoar’ yang beranggotakan lima orang.

Darah seni mengalir pada Didi Kempot karena bapaknya Ranto Edi Gudel adalah seorang seniman pelawak ketoprak di kota Solo. Abang kandung Didi Kempot juga seorang seniman lawak, Mamiek Prakoso yang terkenal bersama grup Srimulat.

Mas Didi membuat lagu pertamanya di tahun 1989. ‘Cidro’ adalah salah satu lagu yang dibuat di awal karier Didi Kempot.

Alasan Didi Kempot sering kali membuat lagu bertema patah hati adalah karena boomingnya lebih cepat. Karena banyak orang yang merasakan patah hati.

Didi Kempot rekaman pertama kali bersama Musica Studio di tahun 1989. Yang menarik, lagu-lagunya malah lebih populer di Belanda dan Suriname. Bahkan popularitas Didi Kempot menyaingi ketenaran Presiden Suriname.

Pewarta : Yos Mo
Editor    : Yos Mo