Beranda Dinamika Lika-Liku Perjalanan Karier Diana Sastra Ratu Dangdut Pantura

Lika-Liku Perjalanan Karier Diana Sastra Ratu Dangdut Pantura

46 Views
ratu dangdut Pantura
Diana Sastra bintang tamu tayangan Balada Dangdut Koplo di Kick Andy [credit-Metro TV]

Banyak penyanyi dangdut terkenal dalam perjalananan kariernya terlebih dulu melalui perjuangan keras. Begitu pula dengan lika-liku kisah kehidupan seorang Diana Sastra. Dalam program talkshow Kick Andy episode ‘Balada Dangdut Koplo’, Diana Sastra si ratu dangdut Pantura diundang sebagai bintang tamu.

Perjuangan hidup dari masa kecil yang susah hingga menjadi ratu dangdut Pantura diceritakan oleh Diana Sastra kepada pembawa acara Andy F. Noya.

Diana Sastra berkarier sebagai penyanyi selama 23 tahun dan telah menghasilkan setidaknya 20 album. Sekarang siapa yang tak kenal Diana Sastra sang ratu dangdut?

Lewat lagu-lagu hits seperti ‘Pemuda Idaman’ dan Juragan Empang’ nama Dian Sastra melejit hingga bisa mentas ke manca negara seperti Malaysia, Hongkong dan Singapura.

Kehidupan keras sudah dilakukan Diana Sastra sejak kecil. Ayah Diana Sastra kecelakaan hingga meninggal di Tanjung Priuk pada tahun 1984. Ibunda Diana yang memiliki 10 anak, lantas pulang kampung ke Cirebon.

Diana Sastra turut membantu ibunya menjual kue berkeliling kampung. Ibunda Diana Sastra hingga akhir hayatnya memilih tetap menjanda.

Diana lantas memutuskan untuk mengawali karier sebagai penyanyi dengan bermodal baju dan sepatu pinjaman dari kakaknya laki-laki, dan juga pinjaman dari teman.

Diana pada awal karier tidak menyanyikan lagu-lagu tarling, karena belum paham dengan aliran musik khas Cirebon dan Indramanyu tersebut. Pada awal merintis karier bernyanyi, suara Diana Sastra masih sering fals dan juga cadel.

Diana Sastra mulai menekuni tarling setelah banyak orang meminta dirinya menyanyikan lagu genre tersebut. Diana akhirnya mulai mengoleksi kaset lagu-lagu tarling untuk mempelajari iramanya.

Nama Diana Sastra kemudian menjadi tersohor di kancah musik dangdut nasional setelah membawakan lagu ‘Juragan Empang’. Tekad kuat Diana Sastra untuk terus berkarier membuatnya kini jadi salah satu bintang panggung terlaris.

Diana Sastra suka sesuatu yang unik sehingga memelihara rambut gimbal selayaknya penyanyi reggae.

Mantan Presiden Indonesia ,Gus Dur, menyukai lagu Diana Sastra yang berjudul ‘Remang Remang‘. Gus Dur bahkan sering request lagu ‘Remang Remang’ ke Radio Muara Jakarta.

Tahun 2008 Diana Sastra sempat bertemu dua kali dengan Gus Dur. Mantan Menteri BUMN Dahlan Iskan juga menyukai lagu Diana Sastra.

Diana Sastra pernah mengalami kejadian berkesan dalam kariernya. Dirinya pernah dipanggil oleh polisi karena saweran.

Suatu ketika grup musik Diana Sastra mendapat orderan manggung di kawasan Tukdana, Kabupaten Indramayu, Jawa Barat. Di tengah aksi panggung Diana dkk, salah seorang tamu pemilik hajat naik ke atas panggung.

Tamu yang dipanggil ‘Bos Gendut’ itu sekali memberi saweran sampai Rp 5 juta pecahan Rp 50 ribu. Dari hasil manggung Diana saat itu, total uang sawer yang didapat mencapai Rp 45 juta. Uang tersebut kemudian dibagi rata kepada kru dan para penyanyi di grup tarling Diana Sastra.

Satu bulan kemudian, Diana Sastra dan empat penyanyi lain dipanggil penyidik Polres Indramayu. Ternyata, saweran yang diberikan ‘Bos Gendut’ adalah hasil korupsi.

Diana juga pernah mengalami kejadian di daerah Pamanukan. Panggung tempat dia mentas roboh karena banyak penonton yang naik ke atas. Akibatnya Diana mengalami luka-luka di kepala, lantas dibawa ke rumah sakit dan mendapat tujuh jahitan di kepala.

Luar biasanya, setelah pulang dari rumah sakit di daerah Pamanukan itu, Diana Sastra kembali bernyanyi ke tempat semula walau tanpa panggung.

Diana Sastra dengan perban di kepala kembali bernyanyi menghibur warga. Dia tidak ingin mengecewakan ribuan warga yang sejak pagi hari memadati areal panggung. Bagi Diana Sastra sang ratu dangdut Pantura, menghibur penggemar adalah tanggung jawab.

BACA JUGA
Balada Sodiq Monata dari Miskin Banget Hingga Jadi Raja Dangdut Koplo

Pewarta : Yos Mo
Editor : Yos Mo