Beranda Blantika Dangdut Album Dangdut Review Album TUMBAL – Masterpiece OM Moneta Surabaya

Review Album TUMBAL – Masterpiece OM Moneta Surabaya

110 Views
OM Moneta
Album Tumbal OM Moneta

OM Moneta yang yang berasal dari kota Surabaya bisa dibilang sebagai baromoter musik rock dangdut selain OM Soneta-nya Rhoma Irama.

OM Moneta punya ciri khas tersendiri dalam memainkan musim rock-dut, terlebih sang gitaris Friez Arsudi memiliki sentuhan permainan seperti Yngwie Malmsteen ikon gitar musik rock.

Pada tahun 1998, OM Moneta menggarap album perdana ‘Tumbal‘ bekerja sama dengan Evie Tamala. Album ‘Tumbal’ ini bisa dibilang sebagai masterpiece yang dibuat oleh OM Moneta.

Berkat album ‘Tumbal, nama OM Moneta terkenal ke seantero Indonesia. Penjualan album ini sukses, mencapai jutaan copy kaset. Pada masa itu OM Moneta sering diundang tampil di berbagai stasiun TV.

Album ‘Tumbal’ yang dikerjakan oleh OM Moneta dan Evie Tamala berisi 10 track lagu yang berkualitas jempolan.

Album ‘Tumbal’ memiliki komposisi musik yang lengkap dan multi genre. Selain dangdut sebagai basic genre, OM Moneta juga memasukkan unsur musik rock, irama Melayu, Blues, hingga Funk. Dan OM Moneta mengemasnya dengan sangat ciamik.

Salah satu lagu yang berjudul ‘Cinta Terlarang‘ yang lebih populer dengan judul ‘Kandas‘ berhasil menjadi hits fenomenal. Lagu ini sukses besar dipasaran dan menjadikannya sebagai salah satu lagu paling dikenang dari Evie Tamala dan OM Moneta.

Lagu ‘Kandas‘ diaransemen dalam musik dangdut klasik dipadu dengan rock Melayu yang mendayu-dayu. Dinyanyikan dengan apik oleh duet Imron Sadewo (vokalis sekaligus bassist OM Moneta) dan Evie Tamala.

LIHAT LIRIK LAGU KANDAS

Lagu pertama di album ini berjudul sama dengan nama albumnya yaitu ‘Tumbal‘. Berisikan kritikan sosial tentang ironi yang terjadi di tengah masyarakat. Hilangnya humanisme adalah tema sentral dari lagu ini.

Lirik’ Tumbal’ rebel yang dibalut dengan dangdut ballad bertempo sedang dan menghanyutkan. Lagu diakhiri dengan backsound yang melafadzkan kalimat “Istighfar”, membuat lagu ini sangat keren sebagai pembuka.

Track kedua album ini menghadirkan lagu “Aku” yang sangat kental dengan nuansa musik blues, diselingi dengan sedikit kocokan funk guitar dan tak ketinggalan slapping bassnya Imron Sadewo.

Dalam lagu ‘Aku’ terdengar lengkingan melodi gitar ala Yngwie Malmsteen yang bersahutan dengan alunan suling yang mengiringi suara efek distorsi gitar. Komposisi rock dalam lagu ‘Aku’ benar-benar terasa menggelegar.

Lagu “Akhir Sebuah Cerita” menghadirkan romantisme dangdut klasik dimana gitar, suling dan gendang Tabla mendominasi. Suara merdu Imron Sadewo menambah syahdu lagu ini. Sodiq Monata dan Evie Tamala kemudian mengcover ulang lagu ini.

Album ini juga menghasilkan lagu berlirik jenaka “Cinta Ditolak Dukun Bertindak” yang dimainkan dengan komposisi ringan dangdut balada dengan ditambahkan suara harmonika sebagai pemanis.

Selain lagu jenaka, dalam album ini juga menghadirkan dua lagu renungan bernuansa religi yaitu “Petaka” dan “Renungku“.

Lagu ‘Petaka’ bertema tentang musibah datang akibat murka TUHAN kepada manusia yang sewenang-wenang dan lupa daratan. Lagu ini dikemas dalam musik rockdut progresive.

Sementara lagu “Renungku” liriknya menceritakan perenungan diri yang rindu akan kasih belaian TUHAN. Dikemas apik dengan dengan alunan akustik klasik dangdut yang lembut, ditambah dengan lantunan vokal Evie Tamala yang melankolis, membuat lagu ini terasa sangat menyentuh.

Dua lagu lainnya di album ‘Tumbal ini adalah “Pengamen” dan “Bukan Basa Basi“. Lagu ‘Pengamen’ bernuansa blues, sedangkan ‘Bukan Basa Basi’ kental dengan nuansa rock progresif yang didominasi distorsi gitar dan juga suara keyboard.

Lagu terakhir di album ini berjudul “Orang Bawahan”. Lagu yang kental dengan unsur musik rock. OM MOneta memasukkan unsur tradisional seperti gamelan dan notasi lirik yang kental dengan pentatonik jawa (Javanese Pentatonic Scale).

Lagu ‘Orang Bawahan’ sangat asyik karena liriknya mengisahkan kehidupan para orang bawahan yang tetap berjoget meskipun kondisi sosial masyarakat yang serba susah dan tak menentu

* putar video playlist lagu ‘Album Tumbal – OM Moneta’
Penulis : Puji S.Ode/ Yos Mo
Editor : Yos Mo